Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Desktop

Chat

Bookmarks

User

Mail

Videos

Contact

Mobile

Archive

Racing

Cute

Travel

Kota

Portfolio

Feature

Roda Pergerakan Rayon Syari'ah

Sukses RTAR, Rayon Syariah Pilih Marko Lanjutkan Pergerakan 


 WONOPRINGGO — PMII Rayon Syariah IAIN Pekalongan suskes melaksanakan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) ke-11 di Gedung MWC NU Wonopringgo, Minggu (28/06).

Di era new normal ini, Rayon Syariah berhasil menjalankan satu periode kepengurusannya dalam sebuah forum pertanggungjawaban yang diikuti oleh Almapaba PMII Rayon Syariah 2019. Seluruh fungsionaris berkumpul pada masa akhir periode kepengurusan dan melakukan evaluasi periode kemarin. Forum ini dinamakan RTAR yang saat ini merupakan RTAR ke-11. 

Acara dimulai pukul 09.30 WIB, diisi dengan pembukaan serta sambutan-sambutan. Pada acara pembukaan ini diisi oleh Sahabat Fa'iq selaku ketua panitia, Sahabat Murtadho Zuhdi selaku ketua Rayon, serta Sahabat Ikhsan Jamaluddin (Pengurus Cabang) sebagai simbolis pembukaan. 

"Rayon Syariah itu rayon tertua di PMII Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan, sehingga sudah semestinya menjadi panutan bagi rayon-rayon lain. Hari ini rayon syariah telah membuktikan, roda pergerakan dari tahun sebelumnya sudah maju sedikit lebih banyak dari periode sebelumnya dan patut diacungkan jempol kiri," begitu penuturan Sahabat Ikhsan Jamaluddin saat sambutan. Rayon syariah diharapkan juga harus menggerakkan roda kepengurusan yang lebih baik lagi, lebih progresif, lebih masif dan dapat menciptakan kader-kader yang militan. 

Acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno I membahas tentang tata tertib persidangan. Sahabat Fajar selaku ketua presidium, Sahabat Mukhtar sebagai anggota presidium, dan Sahabati Ihza sebagai sekretaris presidium. Untuk sementara waktu mereka yang memimpin jalannya sidang. 

Setelah tercapainya kesepakatan aturan sidang, terpilihlah presidium tetap menggantikan presidium sementara. Ketua presidium oleh Sahabat Riril, sekretaris oleh Sahabati Sabira, dan anggota presidiumnya ialah Sahabat Afsa. Mereka mengawal jalannya persidangan sampai akhir. Lanjutan dari sidang pleno I adalah sidang pleno II membahas LPJ dan evaluasi, dilanjutkan sidang pleno III membagi komisi A dan komisi B, kemudian dilanjutkan sidang pleno IV membahas tata tertib pemilihan ketua rayon.

Pada sidang pleno IV ini, dipimpin oleh Sahabat Khilan Adi sebagai ketua presidium, Sahabat Mucharom sebagai sekretaris, dan Sahabat Ilzam sebagai anggotanya. Adapun bakal calon yang telah disiapkan di antaranya, Sahabat Hilmi, Sahabat Mukhtar, Sahabat Fajar, dan Sahabati Ihza. Ke empat bakal calon ini menjalani proses pemenuhan persyaratan sebagai calon ketua rayon. Satu per satu gugur hingga tersisa dua bakal calon ketua rayon yaitu Sahabat Hilmi dan Sahabat Mukhtar. 

Melihat militansi mereka berdua terhadap Rayon Syariah sama-sama besar. Sesuai dengan tema RTAR ke-11 ini yaitu "Melanjutkan Roda Pergerakan Untuk Menuai Militansi Kaderisasi". Pasalnya mereka berdua merupakan jebolan dari Biro Kaderisasi. Tidak diragukan lagi semangatnya dalam melanjutkan roda pergerakan Rayon Syariah. 

Dengan melewati berbagai metode pemilihan mulai dari musyawarah mufakat sampai lobying pun belum muncul titik temu siapa yang menjadi ketua rayon. Suara dua kubu masih terdengar menguatkan masing-masing jagoannya. Akhirnya tahap pemilihan dilakukan dengan sistem voting. 

Dini hari (Senin, 29/06), dilakukan penghitungan suara dan berhasil menemukan titik temu. Tepat pukul 03.00 WIB, dari perhitungan tersebut terpilihlah mandataris Ketua Rayon Syariah Periode 2020/2021 yaitu Sahabat M. Mukhtar Maulana dengan perolehan suara sejumlah 22 suara, unggul dari Sahabat Hilmi yang memperoleh suara sejumlah 17 suara, serta golput sejumlah 3 suara. Seluruh keluarga besar Rayon Syariah menuai harapan dari ketua rayon yang baru. Sahabat Mukhtar yang akrab sebutannya dengan Marko menjadi ujung tombak pergerakan Rayon Syariah.

Rangkaian acara telah usai setelah terpilihnya ketua rayon baru, dilanjutkan dengan acara penutupan. Pada kesempatan ini, Sahabat Wisnu Wardana dapat melakukan sambutan di depan seluruh peserta RTAR Rayon Syariah.

"Untuk ketua yang terpilih, jadikan momen ini sebagai momen pembelajaran karena tidak semuanya seberuntung Sahabat Mukhtar. Jadikan ini sebagai triger buat Sahabat Mukhtar. Harapanya di tahun yang akan datang, Rayon Syariah akan lebih baik lagi. Jangan sampai rekomendasi-rekomendasi ini menjadi tulisan-tulisan saja. Marilah kita berpegang teguh dalam Islam ahlussunah wal jama'ah dan nilai-nilai dalam PMII", tutur harapan dari Sahabat Wisnu.

Gerakan PMII Pasca Pandemi

PMII Pekalongan Gelar Halal Bi Halal dan Diskusi Gerakan PMII Pasca Pandemi Covid-19 Via Daring


Pekalongan – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan menyelenggarakan Halal Bi Halal dan Diskusi Online, Ahad (14/06).

Di era new normal, PC PMII Pekalongan menyelenggarakan silahturahim antara kader dengan senior. Lantaran belum memungkinkan untuk menyelenggarakan Halal Bi Halal dan Diskusi Online secara tatap muka, maka acara yang bertema "Menyongsong Gerakan PMII Pasca Pandemi" ini diselenggarakan secara online melalui aplikasi zoom meeting.

Acara ini diikuti oleh alumni PMII Pekalongan dan kader-kader PMII Pekalongan di rumah masing-masing. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari ketua PC PMII Pekalongan, Ketua Majelis Pembina Cabang (MABINCAB) PC PMII Pekalongan dan Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Pekalongan dan dilanjutkan acara Diskusi Online.

Acara ini sekaligus mengundang narasumber yang berasal dari berbagai bidang.  Semua narasumber membahas habis bagaimana pandemi merubah segala tatanan kehidupan dan pola aktivitas manusia serta bagaimana strategi gerakan PMII ke depan untuk merespon hal ini.

Bapak Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor 1 IAIN Pekalongan) menyampaikan bahwa dalam bidang pendidikan penguatan ideologi dan proses pendidikan harus dimaksimalkan melalui pendidikan informal yakni di dalam keluarga.

Sahabat Iswatun Khasanah (Ketua Cabang PMII Pekalongan periode 2000-2001) sebagai praktisi pendidikan juga menambahkan bahwa kader PMII terutama yang berprofesi sebagai pendidik perlu lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan proses pembelajaran serta mampu menjadi penggerak bagi pendidik-pendidik lainnya.

Sahabat Fatkhuri S,K.M (Ketua III PC PMII Pekalongan periode 2016-2017) juga menyampaikan bahwa aspek kesehatan perlu diutamakan dalam segala aktivitas dengan tetap memperhatikan penerapan protokol pencegahan covid-19 terutama dengan adanya penetapan new normal.

Dari segi hukum, Sahabat Fahrodin, M.H.I (Ketua Cabang PMII Pekalongan periode 2009-2010) yang menjadi Advokat sekaligus Dosen di IAIN Pekalongan dan menyampaikan bahwa selama pandemi banyak hak-hak masyarakat yang kurang terpenuhi dan disinilah kader-kader PMII perlu hadir untuk bisa memberikan pendampingan bagi masyarakat yang terdampak.

Selain itu, secara sosial disampaikan oleh Sahabat M. Anis Sofwan, S.Sy (Ketua Cabang PMII Pekalongan Periode 2013-2014) yang bergerak di LPTP bahwa saat ini diperlukan adanya semangat solidaritas kader-kader PMII sesuai dengan peran dan potensi yang dimiliki masing-masing.

Yang terakhir disampaikan oleh Sahabat Abdul Hamid, S.Pd.I (Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah) sebagai pemangku kebijakan menyampaikan bahwa anggaran-anggaran didalam pemerintahan saat ini difokuskan untuk program-program penanganan Covid-19. Beliau juga menyampaikan bahwa kader PMII perlu membaca keadaan untuk bisa menentukan gerakan yang tepat. Selain itu penguasaan IT dan penyusunan pola kaderisasi baru perlu dilakukan.

”Diharapkan kegiatan yang diikuti oleh seluruh kader-kader PMII Pekalongan ini juga dapat memberikan arahan terhadap gerakan PMII ke depan setelah adanya pandemi Covid-19” ujar Sahabat Khoirul Anwar selaku panitia kegiatan

Bergerak Peduli COVID-19

PC PMII Pekalongan Peduli Corona
PEKALONGAN, KOJAHAN.ONLINE - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pekalongan mengadakan bakti  sosial berupa pembagian paket sembako dan masker kepada warga sekitar Kebulen.

‌Sasaran kegiatan bertema ”Berbagi  Di Masa Pandemi Covid-19”  itu adalah masyarakat yang kehilangan nafkah seperti para pekerja yang di-PHK, janda serta masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pembagian sembako dan masker ini berlokasi di Kebulen Gang 13, RT 3/RW 16, Kota Pekalongan, Selasa (19/5).

”Kami dari PC PMII Pekalongan menggalang donasi dan memberikan sumbangan sembako  kepada masyarakat yang terdampak ekonomi di masa pandemi Covid-19 (virus korona) ini.  Semoga bantuan dari kami bisa bermanfaat,” kata Ketua PC PMII, Wisnu Wardana sembari memberikan bantuan tersebut kepada salah satu warga.

Lanjutnya, organisasi yang berlandaskan Aswaja ini juga akan menyalurkan paket sembako dan masker kain yang akan dilanjutkan pada hari berikutnya di sekitar Podosugih, Kraton dan area sekitar Kota Pekalongan lainnya. "Kami juga bergandengan tagan dengan Komsat dan Rayon yang dibawah naungan kami untuk memberikan paket sembako dan masker kain untuk  masyarakat di berbagai daerah Pekalongan. Ini adalah wujud dari gerakan sosial dan bentuk kepedulian kami terhadap adanya pandemi ini," ujar Wisnu.


Selain itu, dalam pembagian ini PC PMII Pekalongan juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak, cuci tangan, tetap belajar bekerja dan beribadah di rumah. Penyaluran bantuan yang dilakukan juga memperhatikan prinsip menjaga jarak dan menghindari kerumunan sesuai SOP. 

"Kami juga memberikan edukasi kepada warga agar tetap menjaga jarak dan disiplin menggunakan masker dan membiasakan cuci tangan. Itu kami contohkan saat pembagian sumbangan hari ini," ucap Wisnu.

PC PMII Pekalongan Hadirkan Para Tokoh Lintas Agama


Para Tokoh Lintas Agama Hadiri Do’a Bersama Jelang Ujian Nasional


            Pekalongan – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan selenggarakan do’a bersama siswa-siswi SMA/SMK/MA jelang Ujian Nasional (UN) 2018/2019 Kota/Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya bertempat di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, Kamis (21/03).
            Do’a bersama jelang Ujian Nasional (UN) dihadiri oleh 382 siswa dan guru pendamping dari 14 sekolah yang terdapat di Kota/Kabupaten Pekalongan. 14 sekolah tersebut diantaranya SMA Ma’arif NU Tirto, MAN 1 Pekalongan, MA KH. Syafi’i, SMA Hifal, SMA Baitussalam, MA Salafiyah Simbang Kulon Buaran, MAN 2 Pekalongan, SMK Negeri 2 Pekalongan, SMK Dwija Praja, SMA 2  Batang, MA Ath-Thohiriyah, SMA 45 Wiradesa, dan SMA 2 Batang.
            Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan yang diantaranya Kepala Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kepala Kantor Kementrian Agama (KEMENAG) Kota Pekalongan, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, serta dihadiri tokoh dari berbagai kalangan umat beragama yang diantaranya KH. Drs. Ahmad Marzuqi, M.Pd.I dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Romon Ngarlan dari Katholik, Pendeta Yosua Agung dari Kristen, I Gusti Putu Kawi, S.E dari Hindu, Munarso, S.Ag dari Budha, dan Herman Mulyanto, S.E dari Konghucu.
            Acara diawali dengan pembacaan kitab simtud duror, dan dikumandangkannya ayat-ayat suci al-Qur’an, dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubanul Wathon. Sebelum memasuki acara inti yaitu do’a bersama yang dipimpin oleh FKUB, terlebih dahulu acara diisi oleh sambutan Ketua Cabang PMII Pekalongan yang sekaligus mewakili ketua, serta dilanjutkan pemberian arahan dari Dinas Pendidikan yang disampaikan oleh Bapak Sutoyo, arahan dari Ketua Kantor Kementrian Agama (KEMENAG), dan arahan dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Pekalongan yang disampaikan oleh Bapak Syakur. Do’a bersama dipimpin berdasarkan ala tradisi Islam dengan diikuti oleh para tokoh agama berdasarkan dengan kepercayaannya masing-masing.
            “Pemilihan tema do’a bersama merajut kebhinnekaan untuk memperkokoh keutuhan NKRI merupakan bentuk usaha kami selaku PC PMII Pekalongan dalam mewujudkan masyarakat Pekalongan yang ramah akan agama yaitu dengan saling menghargai antara umat beragamanya. Acara do’a bersama juga menjadi penyeimbang usaha atas kegiatan belajar yang telah para siswa laksanakan disekolah. Selain itu acara do’a bersama menjadi ajang untuk pengenalan kampus dan menumbuhkan semangat siswa agar berkeinginan melanjutkan kejenjang perkuliyah” ujar  Zidni Ilman Nafi’ selaku Ketua PC PMII Pekalongan.
            Sementara itu Ahmad Arfani, ketua pelaksana acara do’a bersama berharap kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun oleh PC PMII Pekalongan yang mendapatkan izin dari wali kota baratas namakan dinas pendidikan ini dapat menjadi penumbuh semangat belajar siswa. Selain itu melalui acara tersebut dapat terjalin ukhwah toleransi antara umat beragama.

Cabang 1 PC PMII Pekalongan

PMII Cabang Pekalongan Gelar Konferensi Cabang (Konfercab)
Pekalongan– Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-24 di Gedung Aswaja Pekalongan, Jum’at (12/10).
Konfercab merupakan tingkatan musyawaroh tertinggi tingkat cabang yang diadakan selama satu periode kepengurusan yaitu selama satu tahun sekali. Konfercab dihadiri oleh Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), serta perwakilan dari seluruh PMII Cabang Pekalongan baik dari Komisariat maupun Rayon. Acara dilaksanakan pada tanggal 12-13 Oktober 2018 yang dibuka oleh Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) H. Yasir Ahmad dan dilanjutkan dengan pelantikan PMII Universitas Islam Slamet Sri (UNISS) Batang. Sebelum memasuki musyawaroh sidang, PC PMII Pekalongan menggelar dialog publik dengan tema “Meneguhkan Orientasi Ber PMII Dan Membumikan Aswaja Di Kampus” dengan narasumber H. Mutarrom dan Miqdam Yusria Ahmad S.HI.
“Tantangan PMII hari ini kedepan semakin berat. Dunia semakin datar (Word is Flat, Thomas L. Friedman). Banyaknya persaingan antar manusia menuntut menghilangkan kebiasaan lama yang tidak relevan. Usaha untuk mempertahankan nilai-nilai Aswaja didalam kampus harus tetap dipertahankan. Melalui orientasi bersikap teguh dalam ber PMII diharapkan mampu menjadi upaya mensyiarkan Aswaja dilingkungan kampus” ujar Miqdam Yusria Ahmad, sebagai narasumber.
Acara dilanjutkan dengan dilaksanakannya Sidang Pleno Satu yang dipimpin oleh Sahabat Khadiq Akrom Hasani sebagai ketua sidang, Sahabat Khoirul sebagai wakil ketua sidang, dan Sahabat Wahid Aminudin sebagai sekretaris sidang. Sidang pleno satu tersebut membahas mengenai peraturan tartib. Acara dilanjutkan dengan sidang pleno dua yang membahas mengenai lpj dan sidang pleno tiga yang membahas mengenai komisi dipimpin oleh Sahabat Musa Musodek sebagai ketua sidang, Sahabat Medi sebagai sekretaris sidang, dan Sahabat Eko sebagai sekretaris sidang.
Acara ditutup dengan dilaksanakannya sidang pemilihan ketua umum PC PMII Pekalongan yang dipimpin oleh Sahabat Habeb sebagai ketua sidang, Sahabat Khoeruddin sebagai sekretaris sidang, dan Sahabat Hasan Fasani sebagai sekretaris sidang. Sidang pemilihan ketua umum PC PMII Pekalongan mencapai kesepakatan dilaksanakan melalui lobying dan musyawaroh tertutup yang dilaksanakan oleh perwakilan dari empat Komisariat yaitu Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan, Komisariat Ki Ageng Sedayu, Komisariat Darussalam UNIKAL, Komisariat STIE Ash-Sholeh Pemalang, dan lima Rayon yaitu Rayon Tarbiyah, Rayon Syari’ah, dan Rayon Bahurekso IAIN Pekalongan, serta Rayon Soekarno dan Rayon Jaka Tingkir UNIKAL. Sidang Pemilihan Ketua Umum PC PMII Pekalongan melalui lobbying dan musyawaroh tertutup menetapkan Sahabat Zidni Ilman Nafi’a sebagai Ketua Mandataris Pengurus Cabang PMII Pekalongan periode 2018/2019.
“Konfercab bukan sekedar memilih ketua baru, tetapi lebih dari itu. Konfercab harus dijadikan sebuah refleksi semua kader, bersama-sama diskusi tentang nilai, rekomendasi untuk dijadikan pijakan kepengurusan tahun depan. Dan semoga ketua terpilih siap melaksanakan amanah dengan kesungguhan, komitmen, dan semangat melayani” ujar Labib Maimun, Ketua PC PMII periode 2017/2018.

PMII Cabang Pekalongan Gelar Musyawaroh Pimpinan Cabang (MUSPIMCAB)



PMII CABANG PEKALONGAN GELAR MUSYAWAROH PIMPINAN CABANG (MUSPIMCAB)


KajenPergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pekalongan menggelar Musyawaroh Pimpinan Cabang Pekalongan (MUSPIMCAB) di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Jum’at (16/03).
MUSPIMCAB merupakan tingkatan musyawaroh tertinggi setelah Konfercab yang diadakan setiap setengah periode kepengurusan cabang PMII yaitu selama setengah tahun sekali. MUSPIMCAB menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar untuk berjalannya raker yang telah ditetapkan pada Konfercab sebelumnya. Melalui MUSPIMCAB, hasil Konfercab dikaji kembali apakah selama setengah periode telah berjalan sesuai harapan.
Acara MUSPIMCAB dihadiri Bapak Bupati Pekalongan, serta dihadiri seluruh perwakilan PMII Cabang Pekalongan yang terdiri dari empat komisariat, yaitu Komisariat Ki Ageng Ganjur IAIN Pekalongan, Darussalam UNIKAL, STIE Ash-Sholeh Pemalang, dan STIT Ki Patih Sampun Pemalang. Serta dihadiri oleh lima rayon dari masing-masing komisariat, yaitu Rayon Syari’ah dan Ekonomi, Tarbiyah, dan Bahurekso IAIN Pekalongan, serta Rayon Soekarno, dan Jakatingkir UNIKAL Pekalongan. Selain itu, MUSPIMCAB juga dihadiri oleh alumni almapaba raya, yaitu STAIKAP, STIMIK, dan UNISS Batang.
“Pemilihan tema Refleksi Pergerakan : Konsistensi Organisasi Kawal Islam dan Pancasila Melawan Tantangan Zaman dianggap sangat sesuai dengan isu yang sedang berkembang dalam masyarakat. Selain itu dengan diadakannya MUSPIMCAB, dapat diwujudkan tujuan struktural yaitu untuk evaluasi terhadap kegiatan yang telah ada, sekaligus tujuan strukturalnya yaitu sebagai upaya menjalin silaturahim dilembaga PMII Pekalongan”, ujar Zidni Ilman Nafi’, sebagai Ketua Pelaksana.
Labib Maimun, Ketua Pengurus Cabang PMII Pekalongan menjelaskan adanya tiga hal yang harus dilaksanakan dalam PMII, yaitu refleksi, diskusi dan aksi. MUSPIMCAB merupakan salah satu wujud dari refleksi. Melalui pengangkatan tema dalam MUSPIMCAB, diharapkan pelajar PMII sebagai bagaian dari masyarakat mampu membendung pengaruh radikalisme yang merupakan musuh bersama bangsa.
            Bupati Pekalongan, Asip Qolbihi mengharapkan PMII dapat menjadi kekuatan penyeimbang agar tetap stabilnya negara. Penguatan jati diri agama dan kebangsaan harus terwujud melalui program-program yang ada didalam PMII, melalui spirit moderasi Aswaja yang ideal, yaitu mampu berada ditengah-tengah tidak condong kepada golongan kanan yang memperjuangkan negara khilafah dan golongan kiri yang tidak percaya dengan adanya Tuhan.
            MUSPIMCAB melalui sidang komisinya telah menghasilkan ketetepan berupa rekomendasi yang akan disahkan sebagai legalitas acuan kerja dalam jangka waktu satu minggu setelah diadakannya sidang tersebut. Ketetapan tersebut mencangkup lima sesi, yaitu kaderisasi PMII, gerakan dan evaluasi eksternal, keagamaan PMII Pekalongan, KOPRI PMII Pekalongan, dan bakat minat PMII Pekalongan.
            Komisi kaderisasi atau internal menghasilkan rekomendasi adanya kurikulum dalam pelaksanaan kaderisasi, seperti halnya membahas sesuatu yang diperlukan dalam almapaba. Selain itu, komisi eksternal merekomendasikan agar ada ketentuan yang mengatur bagaimana kita bersikap dan berhubungan dengan Banom NU, Pemerintah Kota Kabupaten, dan juga terhadap organisasi lain.
            Komisi keagamaan merekomendasikan penentuan terkait materi Aswaja yang akan diberikan pada jenjang PKD dan PKL. Selain itu komisi KOPRI PMII merekomendasikan adanya KOPRI bukan hanya pada tingkat cabang, tetapi juga terdapat pada tingkat rayon dan komisariat.
            Komisi bakat minat PMII Pekalongan menyepakati bahwa kepemilikan lembaga bakat minat akan tetap berada ditangan rayon, akan tetapi boleh diikuti oleh seluruh anggota PMII baik dari rayon maupun komisariat yang berbeda. Hal ini seperti halnya PKD yang diperbolehkan diikuti oleh peserta dari berbagai rayon dan komisariat.

Sikap Lanjutan PC PMII Pekalongan Terhadap UU MD3



SIKAP LANJUTAN PC PMII PEKALONGAN TERHADAP UU MD3



Kajen – Pengurus Cabang (PC PMII) menjawab kelanjutan aksi revisi UU MD3 dalam Musyawaroh Pimpinan Cabang (MUSPIMCAB), Jum’at (16/03).
Aksi demonstrasi terhadap penolakan revisi UU MD3 (judicial review) yang dilaksanakan pada hari rabu tanggal 07 Maret 2018 telah memberikan keputusan akan adanya aksi kedua yang lebih besar. Hal tersebut akan dilaksanakan apabila hingga hari jum’at tanggal 09 Maret 2018 belum ada pernyataan penolakan yang dilakukan DPRD Pekalongan terhadap revisi UU MD3 kepada MK.
“Kami memberikan tenggat waktu kepada DPRD untuk menolak revisi UU tersebut, jika tidak diindahkan maka kami akan mengerahkan masa lebih banyak, dan akan mengajak organisasi ekstra untuk ikut bergabung” ujar Labib Maimun, Ketua Pengurus Cabang PMII Pekalongan pada hari rabu, 07 Maret 2018.
Labib Maimun, Ketua Pengurus PC PMII Pekalongan menjelaskan keterkaitan kelanjutan UU MD3 dalam MUSPIMCAB bahwa telah adanya empat pihak yang menuntut DPRD Pekalongan tidak menyutujui akan revisi UU MD3 yaitu PC PMII Pekalongan, advokasi, eksternal, dan perseorangan. Namun hingga saat ini pihak DPRD Pekalongan belum menyatakan ketidak setujuannya atas revisi UU MD3 kepada MK. Mengenai aksi kedua, pihak PC PMII Pekalongan merasa bahwa hal tersebut hanya akan menghabiskan tenaga dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pihak PC PMII mengambil keputusan untuk menunggu respon pemerintah atas judicial review yang telah dilakukan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).
UU MD3 yang disahkan DPR pada 12 Februari 2018, telah mulai diberlakukan pada Rabu, 14 Maret 2018. Meski terdapat tiga pasal yang dinilai tidak sesuai akan demokrasi yaitu Pasal 73 tentang pemanggilan paksa, Pasal 122 huruf K tentang content of parliament, dan pasal 245 tentang hak imunitas anggota dewan, namun UU tersebut tetap diberlakukan setelah menunggu tiga puluh hari tidak ada penandatanganan dari Presiden Jokowi. Hingga kini, pihak PC PMII Pekalongan masih hanya berharap akan adanya hasil dari pengajuan permohonan uji materi (judicial review)  terhadap UU MD3 di MK oleh pihak PB PMII.
Select Menu